![]() |
| Muammar R Ahs, Founder/CEO PT FAM Indonesia saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Umum DA Group 2026 |
WAJO, InilahCelebes.com - Founder sekaligus CEO PT FAM Timur Indonesia, Muammar R Ahs, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem bisnis Darul Ayyad (DA) Group di tanah air. Hal ini disampaikan usai suksesnya Rapat Umum perdana tahun 2026 yang berlangsung di Kantor DAFood Indonesia, Sengkang, Kabupaten Wajo, pada 10-11 Januari 2026.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran direksi dari wilayah Indonesia bagian Timur dan Tengah, serta para mitra usaha. Muammar menjelaskan bahwa rapat ini menjadi momentum krusial untuk mensinergikan empat unit bisnis utama di bawah naungan DA Group.
Empat Pilar Bisnis DA Group
Dalam rapat tersebut, hadir empat direktur dari badan usaha utama yang menjadi motor penggerak grup:
- PT DA Royal Sigaret: Fokus pada industri pengolahan dan distribusi hasil tembakau.
- DAFood Indonesia: Bergerak di industri pabrikan snack dan pengolahan bahan pangan.
- DA Birdnest: Spesialis ekspor-impor sarang burung walet yang telah menembus pasar China sejak 2019.
- DA Mart Mini & Super: Jaringan ritel grosir yang menyasar sektor UMKM.
Misi Pemberdayaan Petani Lokal dan UMKM
Salah satu poin penting yang ditekankan Muammar adalah rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Wajo. Ia berharap regulasi yang ada dapat mendukung pembinaan petani lokal.
"Kami ingin membina petani di Wajo, seperti petani kentang, ubi-ubian, dan komoditas pangan lainnya agar mereka bisa memproduksi produk jadi yang bernilai tambah," ujar Muammar.
Tak hanya petani, sektor ritel melalui DA Mart Mini juga disiapkan untuk merangkul pedagang kecil. Program khusus akan diluncurkan untuk memasukkan produk-produk masyarakat ke dalam jaringan distribusi mereka guna memperkuat ekonomi kerakyatan.
Target 2026: Perusahaan Baru dan Bisnis Berbasis Syariah
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun ekspansi agresif bagi DA Group. Muammar membocorkan rencana pendirian unit usaha baru, yakni PT Bumi, yang akan bergerak di sektor industri dan saat ini tengah dalam proses legalitas.
Menutup keterangannya, Muammar menegaskan bahwa seluruh lini bisnisnya berlandaskan nilai-nilai religius dengan prinsip "Berbagi dengan Umat".
"Kami ingin berbisnis karena Allah dan sesuai perintah agama. Sebagian profit perusahaan akan kami serahkan kepada yang berhak. Kami berharap kehadiran kami diterima dengan baik, khususnya di Kabupaten Wajo," pungkasnya. (Fhyr/IC)

