![]() |
| Pengisian BBM subsidi di SPBU. Gambar hanya ilustrasi, dibuat menggunakan teknologi AI, tanpa maksud menyudutkan pihak mana pun. |
WAJO, InilahCelebes.com – Sebuah unggahan warganet terkait dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi menjadi perbincangan di salah satu grup Facebook pada Rabu (29/7/2026).
Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku barcode BBM subsidi miliknya diduga telah digunakan oleh orang lain, sehingga dirinya tidak dapat melakukan pengisian bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Peristiwa tersebut baru diketahui saat ia hendak mengisi BBM dan menunjukkan barcode kepada petugas SPBU.
"Tadi saya mau mengisi BBM di salah satu SPBU yg ada di Sengkang, setelah sy menunjukkan barcode, petugas SPBU tersebut menyampaikan bahwa barcode mobil sy telah dipakai oleh org lain," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Menurut pengakuannya, petugas SPBU menyampaikan bahwa barcode tersebut sebelumnya telah digunakan untuk melakukan pengisian BBM di SPBU lain yang berada di Kabupaten Wajo.
"Mobil sy Honda Brio, tdk mungkin bisa diisi BBM 50 liter. Ini ada kerja sama antara oknum pelansir dgn petugas SPBU tersebut," lanjut unggahannya.
Akibat kejadian itu, ia mengaku merasa sangat dirugikan karena tidak dapat mengisi BBM. Barcode miliknya tercatat telah digunakan untuk pengisian sebanyak 50 liter, padahal kapasitas tangki bahan bakar Honda Brio diketahui maksimal sekitar 35 liter.
Ia pun mendesak aparat berwenang untuk segera menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi tersebut. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan masih terdapat kasus serupa yang belum terungkap.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun PT Pertamina Patra Niaga terkait unggahan dan dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi tersebut. (Fhyr/IC)
