News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kelemahan Indonesia Senang Ekspor Bahan Baku, Sekda Wajo: Kita Harus Ubah Mindset

Kelemahan Indonesia Senang Ekspor Bahan Baku, Sekda Wajo: Kita Harus Ubah Mindset

[caption id="attachment_8761" align="aligncenter" width="1040"] Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, H Amiruddin membuka Diklat 3 in 1[/caption]

INILAHCELEBES.ID, Makassar - Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, H Amiruddin mengatakan, salah satu kelemahan Indonesia dibandingkan dengan negara maju adalah karena selama ini lebih senang melakukan ekspor bahan baku (row materials), lebih banyak bergerak di sektor hulu, memproduksi bahan baku sebanyak-banyaknya untuk kepentingan ekspor.


“Kita harus mengubah mindset kita menjadi gemar melakukan ekspor produk hasil olahan. Tentu dengan sentuhan teknologi yang diistilahkan dengan gerakan industrialisasi. Selain itu, kita ubah mindset kita dengan lebih gemar mengoptimalkan hilirisasi tanpa meninggalkan sektor hulu, dalam arti cara pandang masyarakat kita terutama yang bergerak dalam kegiatan entrepreneurship (kewirausahaan),” kata Amiruddin.


Hal itu diungkapkannya saat mewakili Bupati Wajo membuka Diklat 3 in 1 pada Balai Diklat Industri (BDI) Makassar yang diselenggarakan di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian, Senin (18/3/2019). Pada kesempatan itu, Sekda Wajo didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Wajo dan sejumlah jajarannya.


Diklat itu sendiri meliputi Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Rumput Laut, Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Ikan, dan  Pembuatan Desain Kemasan Produk Pangan Berbasis Kompetensi yang diikuti masing-masing 50 peserta pada setiap jenis Diklat.


Peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Wajo, sebanyak 50 orang yang keseluruhannya tergabung dalam kelas Pembuatan Aneka Olahan Berbasis Rumput Laut.  Untuk dua kelas lainnya pengolahan ikan dan kemasan produk pesertanya dari beberapa kabupaten.


Ditegaskannya, Indonesia harusnya bukan hanya memikirkan dan menggiatkan kegiatan produksi bahan baku lalu diekspor. Tetapi lebih dari itu, harus memikirkan dan menggiatkan upaya meningkatkan nilai tambah bahan baku melalui proses pengolahan produk, pengemasan yang baik dan terstandarisasi, manajemen pemasaran yang profesional sehingga perjalanan dari produksi bahan baku menjadi barang jadi memiliki rantai perjalanan yang panjang sehingga kesempatan kerja dan berusaha akan semakin terbuka secara luas.




[caption id="attachment_8762" align="aligncenter" width="1040"] Peserta Diklat 3 in 1 yang berasal dari sejumlah daerah[/caption]

Kondisi sesungguhnya telah dijawab oleh BDI dengan melakukan Diklat Keterampilan pengolahan produk  dan kemasan. Lebih lanjut Sekda menjelaskan bahwa program yang dilaksanakan oleh BDI ini sangat sejalan dan sangat mendukung salah satu dari 25 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Wajo masa jabatan 2019-2024, yaitu Program 10.000 wirausahawan baru.


“Saya berharap dengan adanya alumni 50 orang peserta yang nantinya akan melalui proses uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), akan menjadi tenaga kerja yang terlatih, kompeten, dan siap bekerja bahkan nanti diharapkan menjadi wirausahawan baru di Kabupaten Wajo yang bergerak pada olahan aneka produk makanan berbasis rumput laut diantaranya, ice cream rumput laut, donat rumput laut, nuget rumput laut dan sebagainya,” ujar Amiruddin.


Sehingga, kata dia, rumput laut bukan hanya dijual dalam bentuk rumput laut kering, tetapi juga menghadirkan aneka produk rumput laut yang sehat dan tentu akan menghadirkan mata rantai serapan tenaga kerja yang lebih produktif di masyarakat.


Di akhir sambutan, Sekda Wajo memberikan semangat kepada seluruh peserta pelatihan untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan baik ini menimba pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang terbalut dalam bingkai kompetensi dan dibarengi dengan nilai-nilai integritas di antaranya kejujuran, kedisiplinan, komitmen, konsistensi, dan cinta profesi.


Di samping itu, untuk sukses dalam pekerjaan apapun itu, selain kompetensi juga diperlukan Ability (kemampuan secara interpersonal) yang terdiri dari character, condition, dan collateral. Kemudian perlunya membangun kerjasama antar daerah dalam membangun kolaborasi dan sinergitas  keunggulan kompetitif sebagai pilar membangun daya saing Bangsa Indonesia.


(Humas Pemda Wajo)

Tags

Newsletter Signup

Masukan Email anda untuk mendapatkan Info update Terbaru kami langsung di email anda secara gratis.

Posting Komentar