News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Terdampak Bendung Gilireng, Puluhan Warga Mengadu ke DPRD Wajo

Terdampak Bendung Gilireng, Puluhan Warga Mengadu ke DPRD Wajo


Korlap Aliansi Mahasiswa Masyarakat Arrajang, Satria Arianto menyampaikan aspirasinya di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Wajo. (Foto: Firman/Inilahcelebes)
INILAHCELEBES.COM, SENGKANG - Puluhan warga dari Desa Arrajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan menyambangi Kantor DPRD Wajo, Kamis (25/11/21).

Kedatangan warga untuk meminta kejelasan solusi terkait kondisi lahan pertanian dan perkebunan mereka yang terdampak genangan air dari Bendung Gilireng.

Korlap Aliansi Mahasiswa Masyarakat Arrajang, Satria Arianto mengungkapkan, sekitar 50 warga Desa Arrajang menderita kerugian akibat lahan mereka dengan total kurang lebih 80 Hektare masih tergenang air sejak bulan Maret 2021 lalu.

Genangan air setinggi 1-2 meter dengan elevansi 23 ini diklaim berasal dari adanya Bendung Gilireng yang menyebabkan matinya tanaman milik warga, seperti jati dan jabon.

"Tak hanya itu, lahan persawahan yang telah ditanami padi pun akhirnya gagal panen dan tak bisa ditanami hingga saat ini. Masyarakat petani pun kehilangan pekerjaan pokoknya," ungkap Satria.

"Sebelum ada bendungan, lahan kami tidak pernah terendam sekalipun hujan deras. Ada tanggul yang dibangun, tapi tidak berfungsi. Malah menghalangi air mengalir ke sungai," tambahnya.

Atas kondisi itu, dia berharap agar pihak terkait segera memberikan ganti rugi kepada warga yang terdampak. Kalau perlu, kata Satria, ganti rugi berupa pembebasan lahan.

PPK Pengadaan Tanah Balai Besar Ponpengan Jenneberang, Samuel Tanggulungan memberikan penjelasan ke warga. (Foto: Firman/Inilahcelebes)
Menanggapi hal itu, PPK Pengadaan Tanah Balai Besar Ponpengan Jenneberang, Samuel Tanggulungan berdalih, pada dasarnya setiap pembangunan itu tentunya untuk dinikmati masyarakat, bukan malah merugikan.

Terkait adanya kerugian yang dialami warga terdampak dari Bendung Gilireng itu tetap menjadi perhatian pihaknya.

"Persoalan ganti rugi ini kami akan usahakan secara bertahap. Apalagi negara kita sedang menghadapi Covid-19. Tapi saya yang akan perjuangkan solusinya sampai ke pusat," ujarnya.

Anggota DPRD Wajo, Sudirman Meru yang menerima aspirasi itu mengatakan, kehadiran warga ke DPRD Wajo untuk meminta solusi dinilainya sudah tepat.

"Terima kasih buat warga yang mempercayakan kami selaku wakil rakyat untuk memfasilitasi persoalan ini. Tentu kami berharap kepada pihak balai untuk serius mencarikan solusi dari permasalahan yang dialami warga ini," ujarnya.

Penerima aspirasi lainnya, Anwar MD menuturkan, semenjak adanya program nasional bendungan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Tapi kita mendengar ternyata ada masyarakat yang dirugikan. Ini tentu di luar dugaan pemerintah kita. Harusnya pemerintah sebelum membangun harus persiapkan secara matang," kata legislator Nasdem ini.

Menurutnya, persiapan dan perencanaan pemerintah tidak maksimal. Karena ternyata banyak warga yang bukannya mendapatkan manfaatnya, tapi malah mengalami kerugian besar.

"Kami minta pihak balai segera memberi solusi, jangan cuma sekedar teori. Kasihan masyarakat kita. Ada yang terdampak tapi tidak menerima ganti rugi.Saya berharap masalah ini segera diselesaikan. Kalau perlu, libatkan kami selaku anggota DPRD," tegasnya. (Adv)

Tags

Newsletter Signup

Masukan Email anda untuk mendapatkan Info update Terbaru kami langsung di email anda secara gratis.

Posting Komentar