SENGKANG, InilahCelebes.com - Rangkaian Wajo Ramadan Expo (WARE) 2026 yang berlangsung di Lapangan Merdeka Sengkang, Kabupaten Wajo, pada Kamis (5/2/2026), dimeriahkan dengan gelar wicara (talkshow) kewirausahaan perempuan bertajuk “From Women to CEO”.
Acara ini membedah tuntas perjalanan perempuan dalam menyeimbangkan peran ganda antara ranah domestik dan profesional.
Diskusi ini menghadirkan tiga sosok inspiratif: apt. Rahmah Mustarin, S.Farm., M.Ph., Andi Bau Senja Marlia Bellina, SKM., MARS., MM., serta Andriastuty. Ketiganya sepakat bahwa transisi menjadi seorang pemimpin atau CEO bukanlah sekadar soal jabatan mentereng, melainkan tentang perjalanan panjang (journey) yang menuntut keberanian.
Narasumber pertama, Andi Bau Senja Marlia Bellina—yang akrab disapa Senja—membagikan kisahnya bertransformasi menjadi seorang pembuat konten (content creator) sukses. Meski sebelumnya bercita-cita menjadi guru hingga PNS, ia menemukan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki keunggulan pada aspek empati.
“Perempuan tidak harus memilih antara keluarga atau mimpinya. Tantangannya adalah bagaimana mereka mampu menjalankan kedua peran itu secara terintegrasi,” tegas Senja di hadapan peserta. Ia menambahkan bahwa memimpin berarti memberi ruang bagi orang lain untuk bertumbuh, selayaknya memperlakukan anggota keluarga sendiri.
Senada dengan hal tersebut, Andriastuty atau Uci, memaparkan tantangan menjalankan peran ganda sebagai ASN di Pemprov Sulawesi Selatan sekaligus pebisnis. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada penentuan skala prioritas yang ketat.
“Dalam bisnis, fokusnya bukan hanya tentang keuntungan, tetapi bagaimana memberi kesempatan kepada karyawan untuk belajar. Menyelesaikan masalah tanpa emosi adalah keterampilan yang kita asah dari keseharian,” ungkap Uci.
Ia secara rutin melakukan sesi diskusi empat mata (one-on-one) setiap tahun untuk mendengarkan masukan karyawan, mengadaptasi sifat sabar dan kemampuan mendengar dari kehidupan pribadi ke dalam manajemen bisnis.
Sementara itu, apt. Rahmah Mustarin (Amma), yang menyeimbangkan kesibukan sebagai istri, ibu, pengusaha apotek, dosen, hingga mahasiswa, memperkenalkan konsep “Sadar Penuh, Hadir Utuh”. Setelah satu dekade menjalankan bisnis sejak 2014, Amma telah bertransformasi dari pemilik yang mengurus teknis menjadi pemimpin yang membangun sistem.
“Ketika kita sudah memilih, kita harus siap dengan konsekuensi dan segala risikonya. Ragu itu manusiawi, tetapi manajemen waktu dan komitmen adalah jawabannya,” kata Amma. Saat ini, ia lebih fokus pada pemantauan laporan dan pengembangan strategis karena operasional lapangan telah didelegasikan sepenuhnya kepada tim.
Sebagai penutup diskusi, ketiga narasumber merangkum tiga poin utama bagi perempuan untuk mengatasi keraguan dalam berkarier:
- Manajemen Waktu yang disiplin.
- Skala Prioritas yang jelas di setiap fase kehidupan.
- Keberanian Mengambil Konsekuensi atas pilihan peran ganda yang dijalani.
Kegiatan ini menegaskan pesan kuat bahwa peran domestik dan profesional sebagai pemimpin dapat berjalan beriringan asalkan dilandasi visi yang kuat serta manajemen yang tepat.
