WAJO, InilahCelebes.com – Armada pemadam kebakaran Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mulai dimakan usia. Sejumlah kendaraan operasional dilaporkan mengalami kerusakan, sementara armada yang masih berfungsi tidak lagi dalam kondisi optimal.
Situasi ini menjadi tantangan bagi Pemadam Kebakaran (Damkar) Wajo dalam menangani meningkatnya peristiwa kebakaran.
Hal itu juga diungkapkan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Damkar Wajo, Ambo Iri beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan, dari mobil penyemprot yang tersedia untuk melayani wilayah posko kota, hanya satu unit yang masih berfungsi dengan baik. Sementara unit lainnya mengalami kerusakan pada bagian kopling.
“Mobil penyemprot kita sisa satu yang berfungsi dengan baik. Yang satunya lagi mengalami kerusakan pada bagian kopling. Pengadaan unit armada untuk posko kota ini bahkan belum pernah ada pembaruan sejak tahun 2003,” ungkap Ambo Iri.
Menurutnya, sejumlah armada lain yang masih dioperasikan memiliki kemampuan operasional diperkirakan hanya sekitar 50 persen. Meski demikian, kendaraan tersebut tetap digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan darurat masyarakat.
Empat Laporan Kebakaran dalam Sehari
Kebutuhan armada yang memadai terlihat pada Minggu (19/10/2026), ketika Damkar Wajo menerima empat laporan kebakaran di tiga kecamatan.
Laporan pertama masuk sekitar pukul 09.13 WITA di Desa Pasaka, Kecamatan Sabbangparu. Kebakaran kembali dilaporkan di desa yang sama sekitar pukul 13.00 WITA.
Pada pukul 11.25 WITA, petugas juga menerima laporan kebakaran lahan atau sampah di Desa Lempa, Kecamatan Pammana. Selanjutnya, sekitar pukul 13.30 WITA, kebakaran sampah dilaporkan terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA), Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe. Penyebab kejadian terakhir tersebut masih dalam penyelidikan.
Rentetan kejadian itu menguji kesiapan petugas, terutama dalam hal mobilisasi armada ketika beberapa laporan masuk dalam rentang waktu berdekatan. Kondisi kendaraan yang menua dan mengalami kerusakan berpotensi menjadi kendala dalam mendukung kecepatan penanganan di lapangan.
Peremajaan Armada Jadi Kebutuhan Mendesak
Pemerintah Kabupaten Wajo didesak lebih serius memperhatikan sarana dan prasarana Damkar, termasuk peremajaan kendaraan, perbaikan armada rusak, dan pemenuhan peralatan pendukung.
Kesiapan armada menjadi faktor penting dalam pelayanan darurat, terlebih saat kebakaran lahan dan sampah berpotensi meluas pada musim kemarau.
Perhatian tersebut juga diperlukan menjelang 2027. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Damkar dan penyelamatan Wajo dikabarkan akan berdiri sebagai dinas tersendiri, terpisah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Perubahan kelembagaan itu diharapkan diikuti penguatan anggaran, penambahan armada, serta peningkatan sarana dan sumber daya manusia agar pelayanan pemadaman dan penyelamatan berjalan optimal.
Di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan kebakaran, kondisi armada yang semakin tua menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera ditangani. Petugas dituntut memberikan respons cepat, tetapi upaya tersebut harus didukung kendaraan yang layak dan fasilitas operasional yang memadai demi keselamatan masyarakat Wajo. (Fhyr/IC)

