WAJO, InilahCelebes.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukkelleng Sengkang akhirnya memberikan tanggapan terkait keluhan keluarga pasien atas pelayanan salah seorang dokter di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Wajo tersebut.
Direktur RSUD Lamaddukkelleng Sengkang, Andi Rijalul Fikri, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti keluhan tersebut dengan meminta klarifikasi langsung kepada dokter yang bersangkutan.
"Kami telah konfirmasi terkait kejadian yang sebenarnya kepada dokter yang bersangkutan dan sudah mendengarkan penjelasan dari beliau. Meski demikian, kami tetap berterima kasih atas segala masukan dari masyarakat," ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Rijalul, pihak rumah sakit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik kepada pasien maupun keluarga yang mendampingi. Ia juga menegaskan bahwa manajemen RSUD Lamaddukkelleng terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.
Bahkan, setelah munculnya keluhan tersebut, pihaknya kembali mengingatkan seluruh tenaga pelayanan agar lebih memperhatikan cara berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada pasien maupun keluarga pasien.
"Pasca kejadian kemarin, kami kembali tak henti-hentinya mengingatkan teman-teman untuk tetap memperbaiki pelayanan terhadap pasien atau saat menghadapi keluarga pasien. Semoga ke depan pelayanan kami bisa makin maksimal," katanya.
![]() |
| Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo, Fery Surachmat (kemeja putih) dalam suatu kunjungan di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang, beberapa waktu lalu |
DPRD Wajo Ikut Beri Perhatian
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo, Fery Surachmat, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menyayangkan masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan di rumah sakit pemerintah.
Menurut Fery, pelayanan kesehatan seharusnya menjadi perhatian utama, mengingat pasien yang datang ke rumah sakit membutuhkan penanganan, perhatian, serta komunikasi yang baik dari tenaga medis.
Ia juga menyinggung Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit yang disebutnya saat ini masih dalam tahap sosialisasi.
"Banyak item dalam Permenkes yang mewajibkan faskes, terutama rumah sakit untuk terus menjaga pelayanan yang maksimal," ujarnya.
Fery berharap keluhan yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Tak hanya memberikan tanggapan, pihaknya juga berencana menelusuri lebih lanjut persoalan tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.
"Nanti kami akan kroscek lebih lanjut terkait kejadian ini. Dalam waktu dekat kami juga akan koordinasi dengan pihak terkait," pungkasnya.
(Fhyr/IC)

