News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Imam Besar Masjid Al Markas Al Islami: Hanya NU yang Sangat Hargai Perbedaan

Imam Besar Masjid Al Markas Al Islami: Hanya NU yang Sangat Hargai Perbedaan


INILAHCELEBES.ID,  MAKASSAR - Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) dalam sambutannya diwakili Wakil Rektor IV Muammar Bakry mengatakan, UIM dinaungi Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar dan Nahdlatul Ulama. Salah satu prinsip yang dipegangi NU adalah toleransi, tasamuh dan moderat.


"Kalau mau mencari organisasi yang toleran, maka carilah NU. Selama NU ada di Indonesia, maka Indonesia akan tetap jaya. Tidak berlebihanlah kalau saya mengatakan hanya NUlah organisasi Islam yang sangat menghargai perbedaan," tutur Imam Besar Masjid Al Markas Al Islami Makassar.


Hal itu diutarakannya pada kegiataan penyambutan peserta Asian Youth Day (AYD) ke-7 Keuskupan Agung Makassar, Selasa (1/8/2017) bertempat di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9.


Disisi lain, umat Islam memiliki kitab suci yang dinamai Alquran, dimana Alquran mengajarkan tentang ukhuwah atau dikenal dengan istilah persaudaraan.


"Secara garis besar dikenal istilah yang pertama, ukhuwah imaniah yakni persaudaraan seiman, kedua, ukhuwah Insaniah atau Basyariah yakni persaudaraan sesama manusia tanpa harus membeda-bedakan agama, suku, dan bangsa," lanjut Muammar.


Muammar menambahkan, ukhuwah selanjutnya adalah ukhuwah Makhlukiyah, yakni semua ciptaan Tuhan bersaudara karena sama-sama ciptaan Tuhan seperti hewan, tumbuhan, gunung dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, dikenal juga ukhuwah wathaniyah yakni persuadaraan kebangsaan kita semua bersaudara, karena kita adalah ciptaan Tuhan.


Diakhir sambutannya Wakil Rektor IV UIM ini kembali menegaskan kalau mau rukun, maka rawatlah Pancasila. Dan UIM ini kampus insklusif yang menerima perbedaan, bahkan mahasiswanya ada yang dari Nasrani, Buddha, dan Hindu.


Mewakili rombongan AYD 2017, Pastor Matius Pawai mengucapkan terima kasih atas penyambutan pihak UIM. Dirinya berharap persaudaraan kemanusiaan seperti ini tetap bisa terjalin.


Peserta AYD ke-7 tahun 2017 diikuti peserta sebanyak 100 orang yang berasal dari Korea Selatan, Brunei Darussalam, Sorong-Manokrawi, Agats, Merauke, Ambon, dan Makassar.


Tampak hadir Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Dekan FKIP Arfah Shiddiq, Dekan FAI Ruslan, Dekan Fisip Zohrah Nasaruddin, Dekan Fakultas Sastra Andi Muh Irawan, Dekan Fakultas Ilkes Rivai Pakki, dan beberapa pimpinan lembaga UIM yang hadir.



(And/Firman)

Tags

Newsletter Signup

Masukan Email anda untuk mendapatkan Info update Terbaru kami langsung di emial anda secara gratis.

Posting Komentar