Sejak Tahun 2013 Hingga 2017 Merupakan Masa Keemasan Ansor Sulsel


INILAHCELEBES.ID - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan melakukan kaderisasi PKD dan Diklat Terpadu Dasar (DTD) di 24 Kabupaten kota di wilayah Sulawesi Selatan. Hal itu sebagai upaya melindungi Indonesia dari cengkraman kelompok yang berusaha memecah belah keutuhan bangsa.


“NKRI dan pancasila adalah harga mati! Maka ketika ada yang tak sepaham dengan Pancasila dan NKRI maka kami siap menjadi Garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” ucap Kasatkorwil Banser Sulsel, AA Rani.


PW Ansor Sulsel di bawah Pimpinan sahabat H. Muh Tonang sebagai Ketua, Rusdi Idrus sebagai Sekertaris, A.Abbas Rauf Rani sebagai Komandan Banser Sulsel, dan Mabrur L Banuna Bendahara membawa GP Ansor menjadi sebuah kekuatan besar di bagian timur Indonesia dengan jumlah kader 10.000 yang tersebar di 24 kabupaten kota.


Sehingga Ansor Sulawesi Selatan mendapat predikat Cluster A dari PP. Ansor Pusat, mendapat perhargaan dari Pangdam XIV Hasanuddin, dan Penghargaan Honorary Police dari Polda Sulsel karena kontribusi Ansor menciptakan harmoni dan kedamaian antara Umat Beragama.


"Sejumlah  PC. Ansor Kabupaten/Kota di Sulsel mendapatkan Penghargaan yang sama dari pihak TNI dan Polri atas dedikasi dan kerjasama dalam menangkal gerakan Radikalisme dan pengedaran Narkoba,” ungkap Komandan Banser Sulsel, A. Abbas Rauf Rani usai Kegiatan Mengawal Liga Santri di Pinrang dan Diklat Banser kab. Maros.


AA Rani menuturkan bawah kita perlu kembali ke titik sejarah masa lalu, kita boleh simak bagaimana Amerika berdiri, Eropa berkembang, China, dan Jepang menjadi besar. Malah, harus kita baca dan dengarkan lagi perjuangan tokoh-tokoh di Papua, Sulawesi, Jawa, Kalimantan, dan Sumatera sejak zaman pra-kolonial hingga pasca kolonial.


“Kita mesti menyimak semua itu untuk mendapatkan gambaran historis bagaimanakah sosok kader, atau bagaimanakah profil seorang manusia yang dididik di dalam lingkungannya untuk sebuah tugas perjuangan dan pengabdian,” lanjutnya.


GP Ansor adalah salah satu lingkungan itu, sebuah lingkungan yang kecil. Lingkungan lebih besar yang melahirkannya adalah NU dan lingkungan lebih besar lagi yang menjadi tempat hidup dan tidurnya adalah di tengah-tengah masyarakat dan bangsa Indonesia.


Dari pengetahuan yang direguk oleh GP. Ansor mengenai situasi dunia, situasi bangsa, dan situasi daerah, tidak berlebihan apabila Ansor dengan Bansernya bertekad mengabdi untuk NKRI,  memajukan dan memenangkan bangsanya. Dengan tekad itu, Ansor dan Banser membutuhkan individu-individu yang tergerak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa dan negara setelah melihat kenyataan bangsa.



(Rls/Firman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال