News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Upacara di Petau Galung, Wujud Kepedulian DBR Kepada Petani

Upacara di Petau Galung, Wujud Kepedulian DBR Kepada Petani

[caption id="attachment_2404" align="aligncenter" width="618"] DBR bersama petani melaksanakan upacara bendera di pematang sawah, Kamis (17/8)[/caption]

INILAHCELEBES.ID, WAJO - Bakal Calon (Balon) Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin (DBR) melaksanakan upacara bendera di kelurahan Talotenreng kecamatan Sabbangparu, Kamis (17/8/2017).


Uniknya, upacara dalam rangka peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-72 itu tidak dilaksanakan di lapangan sebagaimana lazimnya. Bersama sejumlah masyarakat petani, DBR melaksanakannya di petau galung (pematang sawah) yang berada di tengah areal persawahan.


Dengan mengenakan kaos oblong biru dan topi seraung, DBR didaulat untuk memimpin upacara bendera dan memimpin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam nuansa yang sangat sederhana itu.


Di depan petani, DBR memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang pangan itu yang telah menjadi penyumbang terbesar dari peningkatan pertumbuhan ekonomi di kabupaten Wajo.


“Petani ini sangat istimewa. Pertumbuhan ekonomi Wajo tahun 2017 kembali mengalami peningkatan tujuh persen lebih. Petani merupakan pemberi kontribusi terbesar, kemudian disusul dari sektor perdagangan,” kata DBR.


Sebagai wujud kepeduliannya kepada petani, DBR berkomitmen ingin petani merdeka dari keterbelakangan, merdeka dari kebodohan dan merdeka dari kemiskinan.


“Ke depan kehidupan petani harus semakin baik dan semakin sejahtera,” tegas Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Wajo ini.


Dia juga mengatakan, telah menjadi komitmen bersama untuk kedepannya tidak ada lagi masyarakat petani yang kelabakan mencari pupuk, bibit unggul serta tak ada lagi yang mengeluh karena tidak mendapatkan alat pertanian tersebut.


“Itulah komitmen kita bersama, tidak ada lagi masyarakat petani yang bersoal dengan yang namanya pupuk. Hari ini, kemerdekaan dirayakan dengan cara kita sendiri, dengan kesederhanaan serta bersahaja,” katanya.




[caption id="attachment_2403" align="aligncenter" width="618"] DBR manre sipulung bersama petani[/caption]

Usai melaksanakan upacara bendera, DBR bersama petani Manre Sipulung (makan bersama) yang merupakan tradisi masyarakat petani dari kalangan suku bugis. Tak hanya itu, juga dilakukan penanaman jagung bersama para petani setempat.


Di penutupan acara, menantu Bupati Wajo itu diberikan hadiah berupa buah-buahan hasil panen petani sebagai bentuk penghargaan mereka pada sosok DBR yang dianggap peduli pada dunia pertanian.



(Firman)

Tags

Newsletter Signup

Masukan Email anda untuk mendapatkan Info update Terbaru kami langsung di email anda secara gratis.

1 Post a Comment: