Gelar Pengkaderan, Ansor Maros Tanamkan Cinta Tanah Air Kepada Pesertanya

[caption id="attachment_7066" align="aligncenter" width="1008"] Ketua PW GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus saat pembukaan DTD III GP Ansor Maros[/caption]

INILAHCELEBES.ID, Maros - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan III di Alkah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyyah di Dusun Sentosa, Desa Lekopaccing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, yang dibuka Jum'at (2/11/2018) lalu.


Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman menegaskan, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan III ini adalah pintu awal untuk masuk menjadi anggota atau kader Ansor/Banser.


“Siapapun yang ingin menjadi anggota atau kader Ansor/Banser, wajib hukumnya melalui pintu kaderisasi yang disebut DTD ini, mulai hari Jum'at sampai Senin (2-4/11/2018). Diklat Terpadu Dasar Angkatan III ini diikuti 100 peserta lebih yang berasal dari Kabupaten Maros dan Pangkep,” kata Abrar saat pembukaan DTD tersebut.


Ansor/Banser adalah benteng Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam pelatihan ini ditanamkan kecintaan kepada Ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU), menjadi benteng penjaga ulama-ulama, menjaga tradisi Islam Ahlusunnah Wal Jamaa'ah dan menanamkan kecintaan kepada Bangsa Negara Indonesia.




[caption id="attachment_7067" align="aligncenter" width="960"] Salah satu kegiatan DTD III GP Ansor Maros[/caption]

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Sulawesi Selatan, Rusdi Idrus dalam sambutannya menekankan, tujuan utama Ansor/Banser didirikan bertumpu pada dua hal penting. Pertama, berfungsi menjaga ulama-ulama khususnya ulama-ulama NU, karena ulama itu adalah pewaris para Nabi. Kedua, menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“NKRI tercinta ini wajib kita jaga, karena disini kita lahir dan menghirup udara segar, makan dan minum, hidup dan beribadah menyembah Allah SWT, karena itu eksistensi NKRI wajib kita jaga supaya kita bisa menjalankan ibadah kepada Allah SWT dengan khusyu', dalam suasana yang tenang, aman dan damai,” tuturnya.


Sejarah membuktikan, lanjut Rusdi, sebagian negara-negara di Timur Tengah hari ini hancur lebur akibat perang saudara. Tidak terhitung sudah berapa banyak nyawa yang sudah melayang percuma akibat konflik sesama saudara seiman.


“Awalnya karena provokasi dan saling mengkafirkan satu sama lain, sehingga berujung konflik fisik hingga pemberontakan kepada pemerintahan yang sah sehingga terjadilah kerusuhan atau chaos,” kata Rusdi.


Ditambahkannya, negara-negara seperti Irak, Libia, Suriah hari ini menjadi negara gagal, sehingga sebagian besar warganya memilih menjadi eksodus ke luar negeri dan justru meminta perlindungan atau suaka ke negara-negara Eropa, Australia, bahkan Amerika.


“Kita tentu tidak ingin Bangsa Indonesia yang sangat kita cintai ini jatuh pada lubang konflik atau perang saudara yang berkepanjangan, karena itu Ansor/Banser bersama TNI/Polri dan seluruh komponen masyarakat lain bersatu padu menjaga NKRI dari perpecahan, karena Ulama-Ulama NU menegaskan bahwa Hubbul Wathan Minal Iman atau cinta tanah air sebagian dari Iman, ini harga mati bagi kader Ansor dan Banser,” pungkasnya.



Laporan: Abrar


Editor: Fhyr

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال