Terus Intens, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Wajo Imbau Warga Patuhi Prokes

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Wajo, AIPTU Abdullah
 
INILAHCELEBES.COM, Wajo - Pasang surut perkembangan kasus Covid-19 masih harus kita lalui. Meski kita telah berada di hampir penghujung tahun 2020, namun Pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Meski beberapa daerah di Sulawesi Selatan dinyatakan keluar dari zona merah, namun belum saatnya masyarakat untuk menurunkan kewaspadaan, apalagi melupakan sepenuhnya risiko penularan wabah virus corona. 

Tak salah, jika pemerintah dan semua elemen di dalamnya terus gencar mengkampanyekan protokol kesehatan. Terutama 3 M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Kenapa? Karena saat ini belum ada obat yang bisa melenyapkan Covid-19 ini. Jalan terbaik untuk memutus adalah menerapkan 3 M.

Di Kabupaten Wajo sendiri, selain Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Satlantas Polres Wajo juga tak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat, menyebar pesan keselamatan "Taat Berlalulintas, Patuhi Protokol Kesehatan"

Seperti tak ada kata bosan. Tidak cuma di jalan dan pengendara, tapi juga masyarakat luas pada umumnya. 

Salah satu cara yang dilakukan, yaitu sosialisasi melalui program siaran langsung dan dialog interaktif Polisi Menyapa Masyarakat melalui Radio Suara As'adiyah.

Cukup beralasan, kenapa harus memberikan imbauan lewat radio mengingat sekarang era serba digital. Tapi perlu diingat, Kabupaten Wajo selain dikenal sebagai Kota Sutra, Kota Sengkang juga dikenal sebagai Kota Santri, dan sebagai daerah religi masyarakat Wajo tak bisa dipisahkan dengan Radio Suara As'adiyah yang menjadi salah satu media syiar agama Islam di Wajo.

Kanit Dikyasa, AIPTU Abdullah mengatakan, saat ini kegiatan Satlantas Polres Wajo memprioritaskan pada penanggulangan dan pencegahan Covid-19.

Pasalnya kata dia, meski pemerintah gencar mengimbau warga wajib memakai masker saat keluar rumah, nyatanya masih banyak pengguna jalan yang tidak mentaati imbauan pemerintah.

"Makanya kita melakukan berbagai cara sosialisasi agar benar bisa patuh dan taat aturan prokes demi menekan laju penyebaran Covid-19 ini," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, AIPTU Abdullah, juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat-tempat ramai dan kerumunan. Kalaupun terpaksa dihadapkan dalam situasi tersebut, tetap selalu menjaga jarak. 

"Jika tidak ada keperluan mendesak, maka kita minta mereka untuk tetap tinggal di rumah. Kalaupun harus keluar, kami harap memakai masker atau pelindung diri dan menjaga jarak agar tidak tertular virus corona,” imbau Kanit Dikyasa.

Seperti diketahui, kasus baru Covid-19 di Bumi Lamaddukkelleng kembali mengalami lonjakan drastis pasca keluar dari zona merah. 

Data terbaru Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, jumlah Terkonfirmasi Positif telah mencapai 272 orang. Dengan rincian, 4 orang masih dirawat, 39 isolasi, 226 sembuh dan 3 orang meninggal. Ironisnya dari 14 kecamatan yang ada, tak satupun kebal dari virus corona. 

Pemerintah Kabupaten Wajo sendiri terus memperketat aturan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (new normal). Operasi yustisi siang malam digencarkan. 

"Semua tempat-tempat keramaian umum, pasar, terminal, dan tempat keramaian lainnya kita siagakan petugas untuk memantau aktivitas warga," kata Jubir Tim Satgas Covid-19 Wajo, Supardi.

Kabid Humas Pemkab Wajo inipun juga mengaku sangat terbantu dengan upaya dari pihak Kepolisian khususnya Polres Wajo, yang telah banyak membantu pemerintah daerah dalam upaya mengedukasi dan menegakkan aturan prokes, terutama mengkampanyekan 3 M.

"Kita tentu sangat berterima kasih, karena Polres Wajo begitu aktif mensosialisasikan dan mengimbau masyarakat taat protkes. Karena cara terbaik untuk memutus mata rantai Covid-19 saat ini adalah menerapkan 3 M," ucapnya.

Editor: Fhyr

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال