WAJO, InilahCelebes.com - Masyarakat di Kabupaten Wajo diimbau untuk lebih berhati-hati setelah munculnya modus penipuan baru yang mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Seorang warga, Muh Nasrullah, nyaris menjadi korban setelah ditelepon oleh oknum yang mengaku sebagai petugas Disdukcapil dan meminta korban untuk mengunduh aplikasi mencurigakan dengan dalih peralihan dari KTPel ke KTP Digital dan proses scan barcode di kantor kecamatan.
Kronologi Mencurigakan: Aplikasi dan Scan Barcode Palsu
Kejadian bermula ketika Muh Nasrullah menerima telepon dari seseorang yang mengaku petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Wajo.
"Saya ditelpon, katanya ada peralihan KTPel ke KTP Digital, dan saya diminta ke kantor kecamatan untuk scan barcode," tutur Nasrullah, Sabtu (01/11/2025).
Pelaku kemudian menjelaskan ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi untuk proses di kantor kecamatan. Syarat pertama, membawa KTP asli, telah dipenuhi korban. Namun, untuk syarat kedua dan ketiga, pelaku meminta izin untuk mengirimkan sebuah aplikasi untuk diunduh di ponsel korban.
Kecurigaan Nasrullah muncul ketika ia meminta waktu untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. "Tiba-tiba dimatikan ketika saya berkata hari Senin saya ke Kantor Kecamatan Tempe untuk memastikan, dan tidak bersedia menerima aplikasi yang dikirimkan, takutnya itu scam," jelasnya.
Tindakan cepat tanggap Muh Nasrullah ini berhasil menghindarkannya dari potensi kerugian.
Disdukcapil Wajo Tegas Membantah: "Itu Penipuan!"
Menanggapi laporan ini, Plt Kepala Dinas Dukcapil Wajo, Andi Musdalifah, dengan tegas membantah adanya prosedur tersebut.
"Itu adalah penipuan karena pihak Disdukcapil tidak pernah menghubungi warga melalui surat, SMS, WhatsApp, email, dan sebagainya untuk aktivasi IKD (Identitas Kependudukan Digital)," ujar Andi Musdalifah.
Ia menjelaskan bahwa proses resmi aktivasi IKD hanya dilakukan secara tatap muka di Disdukcapil, kantor kecamatan, atau tempat pelayanan resmi Disdukcapil lainnya.
Hal ini sejalan dengan maraknya modus penipuan di berbagai daerah yang menggunakan dalih aktivasi KTP Digital atau IKD untuk meminta data pribadi sensitif atau bahkan mencuri dana melalui aplikasi (Apk) palsu.
Imbauan Penting untuk Warga
Andi Musdalifah mengimbau seluruh masyarakat Wajo dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan:
- Jangan Percaya Panggilan/Pesan Mencurigakan: Pihak Disdukcapil tidak pernah menghubungi warga untuk proses aktivasi atau pembaruan KTP/IKD secara daring, apalagi meminta untuk mengunduh aplikasi atau melakukan scan barcode melalui WhatsApp.
- Aktivasi IKD Wajib Tatap Muka: Proses resmi selalu dilakukan secara langsung dengan petugas di loket layanan resmi.
- Segera Laporkan: Jika mendapati hal seperti ini, warga diminta untuk segera melaporkan ke pihak berwajib atau langsung menghubungi Disdukcapil Wajo.
Lindungi Data Pribadi Anda! Jangan pernah memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto KTP, Kode OTP, atau mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi kepada pihak yang tidak dikenal, sekecil apapun alasannya. (Fhyr/IC)
