WAJO, InilahCelebes.com - Di tengah arus modernisasi yang kian pesat, semangat untuk menjaga warisan budaya bangsa tetap menyala di tangan-tangan terampil para pengrajin lokal. Salah satu sosok inspiratif yang patut menjadi sorotan adalah Ibu Masniati, seorang penenun kain sutera khas Wajo yang dengan penuh dedikasi terus melestarikan tradisi luhur tersebut.
Ibu Masniati, yang merupakan istri dari Sertu Suparto Patopoi, anggota Kodim 1406/Wajo, sekaligus bagian dari Persit KCK Cabang XXIV Dim 1406 Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin, telah menjadikan kegiatan menenun bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Melalui ketekunan dan kecintaannya terhadap budaya, ia berhasil menghadirkan kain sutera Wajo yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat akan nilai sejarah dan identitas daerah.
Setiap helai kain yang dihasilkan mengandung filosofi mendalam, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Wajo yang telah diwariskan secara turun-temurun. Proses pembuatannya pun masih mempertahankan teknik tradisional, mulai dari pemilihan benang berkualitas hingga proses penenunan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi.
“Ini bukan hanya tentang membuat kain, tetapi tentang menjaga jati diri dan warisan nenek moyang agar tetap hidup di generasi sekarang dan yang akan datang,” ungkap Ibu Masniati dengan penuh semangat.
Peran Ibu Masniati juga menjadi inspirasi bagi anggota Persit lainnya untuk turut berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal. Melalui berbagai kegiatan dan pembinaan, ia aktif mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kecintaan terhadap produk dalam negeri.
Kain sutera Wajo sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu ikon kebanggaan Sulawesi Selatan, bahkan telah menembus pasar nasional hingga mancanegara. Keunikan motif serta kualitasnya yang tinggi menjadikan kain ini memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya yang sangat tinggi.
Upaya yang dilakukan oleh Ibu Masniati menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat, dedikasi, dan cinta terhadap tradisi, warisan budaya Wajo akan terus hidup dan bersinar di tengah perkembangan zaman.
Melalui tangan-tangan seperti Ibu Masniati, kain sutera Wajo bukan hanya sekadar kain, tetapi simbol kebanggaan, identitas, dan warisan budaya yang tak ternilai harganya. (Rls)

