WAJO, InilahCelebes.com – Generasi muda, khususnya para pemilih pemula, kerap kali hanya dijadikan target perolehan suara saat pesta demokrasi. Enggan hal itu terus terjadi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wajo mengambil langkah progresif demi mencetak pemilih muda yang cerdas, kritis, dan berdaulat.
Pada Kamis (21/05/2026), Bawaslu Wajo resmi menggelar konsolidasi demokrasi dengan menggandeng Cabang Dinas Pendidikan SMA/SMK Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Kabupaten Wajo. Sinergi strategis ini membidik para pelajar tingkat menengah atas sebagai motor penggerak pengawasan partisipatif.
Bukan Sekadar Objek Suara, Pelajar Harus Melek Politik
Langkah Bawaslu Wajo ini bukan tanpa alasan. Pelajar SMA/SMK sederajat merupakan elemen krusial dalam ekosistem pemilu. Melalui kolaborasi ini, ada dua misi utama yang ingin dicapai:
- Pendidikan Politik Berkelanjutan: Menanamkan kesadaran pemilu sejak dini agar remaja tidak apatis terhadap politik.
- Aktor Pengawasan: Mendorong siswa aktif menjadi pengawas partisipatif, bukan sekadar menjadi penonton di bilik suara.
Strategi 'Jemput Bola' untuk Validasi Data Pemilih
Selain fokus pada edukasi, agenda mendesak dari pertemuan ini adalah pengawasan dan validasi data. Bawaslu Wajo ingin memastikan bahwa hak konstitusional para pelajar yang telah genap berusia 17 tahun tidak hangus begitu saja.
Melalui sinkronisasi data yang akurat, para pemilih pemula ini dipastikan akan langsung terakomodasi dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB).
Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Hubungan Masyarakat (Humas) Bawaslu Wajo, Andi Tenri Sampeang, turun langsung memimpin koordinasi ini demi memastikan proses di lapangan berjalan tanpa hambatan birokrasi.
"Konsolidasi antarlembaga ini merupakan bentuk komitmen nyata Bawaslu Wajo dalam mewujudkan data pemilih yang komprehensif, mutakhir, dan akurat. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun hak pilih pemilih pemula di Kabupaten Wajo yang terlewatkan," tegas Andi Tenri Sampeang.
Menuju Pemilu yang Berkualitas dan Ramah Pemuda
Dengan adanya kerja sama ini, pihak sekolah di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel diharapkan bisa lebih proaktif dalam memperbarui data siswa yang sudah memenuhi syarat memilih.
Sinergi apik ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) untuk melahirkan pemilu yang tidak hanya berkualitas, jujur, dan adil, tetapi juga ramah dan inklusif bagi generasi muda di Kabupaten Wajo. (Red)
