Wajo Darurat Ketegasan! PMII Ancam Lumpuhkan Jalanan: Kota Sengkang Semrawut, Nyawa Pengendara Terancam Truk Tambang!

Dokumentasi aksi demonstrasi ratusan kader PMII Wajo pada September 2025 lalu

WAJO, InilahCelebes.com - Kesabaran para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Wajo berada di titik nadir. Menilai Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Wajo hanya menebar janji palsu tanpa aksi nyata, organisasi mahasiswa terbesar ini siap kembali mengobarkan perlawanan di jalanan.

Jumat (1/5/2026), Ketua PMII Cabang Wajo, Irfan, membongkar tumpukan borok tata kelola kota dan lingkungan di Wajo yang kian hari kian memprihatinkan. Ia menegaskan, aspirasi yang mereka suarakan sejak September 2025 lalu hanya dianggap angin lalu oleh para pemangku kebijakan.

Sengkang Menuju Titik Nadir: "Satpol PP Jangan Jadi Penonton!"
Isu pertama yang menjadi sorotan tajam adalah wajah Ibu Kota Sengkang yang kini kian semrawut dan tidak manusiawi. PMII menuding adanya pembiaran masif terhadap pelanggaran parkir dan penyalahgunaan trotoar, bahu jalan, hingga badan jalan yang membuat kota macet parah.

Irfan mendesak Satpol PP Wajo dan seluruh dinas terkait untuk menunjukkan "taringnya" dalam melakukan penertiban. Ia meminta aparat tidak gentar menghadapi siapa pun yang mencoba menghalangi penegakan aturan.

"Kami mendesak Satpol PP dan dinas terkait untuk bertindak tanpa pandang bulu! Jangan mau diintervensi atau terganggu oleh pihak-pihak yang mencoba menghalangi penertiban. Kota ini milik rakyat, bukan milik segelintir oknum yang merasa kebal hukum!" tegas Irfan.

Teror "Bak Terbuka": Nyawa Pengendara di Ujung Tanduk
Beralih ke isu lingkungan, PMII membongkar fakta mengerikan di balik operasional tambang di Wajo. Tak hanya merusak alam, aktivitas tambang ini kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan nyawa warga di jalan raya.

Irfan, Ketua PMII Cabang Wajo, periode 2025-2025

Irfan mengecam keras perilaku ugal-ugalan para sopir truk pengangkut material yang seolah "masa bodoh" terhadap keselamatan publik. Meskipun Satlantas Polres Wajo telah melakukan penilangan, para sopir ini tetap membandel dengan tidak menutup bak muatannya.

"Ini adalah teror di jalan raya! Material yang berjatuhan dari bak terbuka itu bisa merenggut nyawa pengendara lain kapan saja. Para sopir terkesan menantang hukum, seolah ada kekuatan besar yang melindungi mereka," cetusnya.

Ultimatum Terakhir: "Jangan Sampai Wajo Membara!"
Irfan mencium aroma konspirasi antara pengusaha tambang, terutama tambang ilegal dengan oknum bekingan yang membuat praktik terlarang ini sulit diberangus. Ia pun melayangkan peringatan  kepada Pemda dan DPRD Wajo sebelum massa PMII bergerak menjemput keadilan.

"Kesabaran kami ada batasnya! Jika Pemda dan DPRD tidak segera menunjukkan keseriusan dalam merampungkan poin-poin perjuangan kami, maka jangan segan jika kami kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar. Jangan biarkan tragedi terjadi hanya karena pemerintah abai!" tutup Irfan dengan nada menggelegar.

Kini, bola panas ada di tangan pemerintah. Akankah mereka terus berdiam diri melihat Sengkang yang semrawut dan tambang yang mengancam nyawa, atau akhirnya berani mengambil tindakan tegas sebelum amarah mahasiswa tak lagi terbendung? (Fhyr/IC)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال