Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

IC HEAD

no-style

Bawakan Materi pada DTD Banser Maros, Kyai Muda NU Bahas Persoalan Hadist

Minggu, 27 Agustus WIB Last Updated 2020-05-11T15:29:47Z


INILAHCELEBES.ID, MAROS - Kyai Muda NU sekaligus Wakil Ketua Baznas Sulsel Dr. Mahmud Suyuti, menjelaskan bahwa Hadist merupakan segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW, baik itu perkataan, perbuatan, dan persetujuan.


Hal itu disampaikannya saat menyajikan materi Islam Nusantara pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang dilaksanakan oleh PC GP Ansor Maros yang berlangsung pada 24-27 Agustus 2017 di pondok pesantren Profesi Wahdaniyatillah Dulang kelurahan Borong kecamatan Tanralili Maros.


“Dalam memahami hadits bukan hanya tekstual namun juga secara kontekstual serta mengetahui dan memahami asbabul wurud hadits tersebut, mampu menelaah sebab-sebab dan sejarah adanya hadits tersebut,” kata Mahmud.


Dirinya menambahkan, perbedaan pendapat yang muncul dan terjadi di kalangan umat Muslim bukanlah suatu perselisihan dan pertentangan. Keberagaman dalam berpendapat menunjukkan luasnya ilmu pengetahuan tentang cara pandang dalam memahami hadits-hadits Nabi Rasulullah SAW.


Sekretaris Dewan Penasehat PW GP Ansor Sulsel ini juga memaparkan persoalan menjaharkan bacaan Basmalah. Menurutnya, terdapat tiga pendapat dari sumber periwayatannya.


“Pertama, Anas Bin Malik mengatakan, bacaan Basmalah dalam shalat itu dikeraskan. Kedua, Aisyah RA mengecilkan bacaan Basmalah, dan ketiga, sahabat nabi Udail yang tidak membaca Basmalah karena biasanya sering datang terlambat mengikuti shalat berjamaah sehingga tidak mendengarkan bacaan Basmalah Rasulullah ketika Imam,” ungkapnya.


Namun begitu, Mahmud menegaskan ketiga hadits ini semuanya Shahih.



Laporan: KM. Muh. Syahrul


Editor: Firman

Komentar

Tampilkan

  • Bawakan Materi pada DTD Banser Maros, Kyai Muda NU Bahas Persoalan Hadist
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini