News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ortu Siswa Pilih Berhentikan Anaknya Sekolah Daripada Divaksin

Ortu Siswa Pilih Berhentikan Anaknya Sekolah Daripada Divaksin

Ilustrasi vaksinasi anak usia 6-11 tahun
INILAHCELEBES.COM, Wajo - Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Wajo mengaku resah dengan adanya kebijakan wajib vaksin pada anak usia 6-11 tahun yang dicanangkan oleh Pemda Wajo.

Mereka menilai kebijakan yang berdalih berasal dari Keputusan Menteri Kesehatan RI itu sangat dipaksakan dan tidak memikirkan resiko yang terjadi pada anak mereka apabila telah divaksin. Terlebih, adanya pemberitaan yang viral terkait meninggalnya seorang anak sekolah usai divaksin.

Salah satu orang tua siswa, NA menegaskan, dirinya mengakui bahwa vaksin itu bagus. Namun, yang menjadi kekhawatirannya adalah tidak semua kondisi fisik orang bisa menerima vaksin dengan baik.

"Kita lihat sendiri selama ini, banyak yang mengalami gangguan kesehatan, bahkan meninggal usai divaksin. Adakah yang bertanggungjawab dengan kejadian itu? Tidak ada kan. Yang ada malah berkelit dengan dalih bahwa itu bukan efek vaksin tapi karena penyakit bawaan," ujar NA.

"Meski secara medis bahwa itu bukan efek vaksin, tapi realitanya warga alami gangguan itu pasca ikut vaksin. Coba kalau mereka tidak divaksin, bisa saja dampak itu tidak terjadi ke mereka," tambahnya.

Ditegaskannya, NA tidak menolak vaksin. Hanya saja, dirinya menginginkan pihak pemerintah mau memberi jaminan akan bertanggungjawab jika ternyata setelah anak-anak divaksin ada dampak yang tidak diinginkan.

"Kami tahu vaksin ini baik, tetapi yang menjadi masalah ketika anak kami memiliki masalah kesehatan (bawaan penyakit) yang kami sebagai orang tua belum mengetahuinya, bukankah ini berbahaya jika kemudian kami biarkan untuk divaksin?" tuturnya.

NA menegaskan, kalau pun siswa diwajibkan untuk vaksin, maka dirinya akan lebih memilih memberhentikan anaknya dari sekolah.

"Saya selaku orang tua khawatir, jangan sampai anak kami mengidap suatu penyakit yang kami tidak ketahui dan ternyata mengancam keselamatan jiwanya kalau divaksin. Lebih baik saya berhentikan anak saya sekolah daripada harus divaksin," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Wajo telah melaunching Vaksinasi Anak usia 6-11 tahun di SDN 2 Sengkang.

Amran mengajak kepada seluruh orang tua agar tidak takut anaknya divaksin Covid-19. Terlebih vaksinasi anak merupakan program nasional.

Amran pun meminta kepada Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik untuk membantu mengontrol dan mengajak anak didiknya yang memenuhi syarat agar mau divaksin. (Fhyr)

Editor: Hrd

Tags

Newsletter Signup

Masukan Email anda untuk mendapatkan Info update Terbaru kami langsung di email anda secara gratis.

Posting Komentar